Menjalani hidup didunia merupakan hal yang sangat menarik. karena didunia kita dapat merasakan adanya keadilan Allah Swt. Hal itu dapat kita perhatikan bagaimana seseorang, ataupun sekelompok orang yang yang pasti akan merasakan dua hal yang berbeda. yaitu atas dan bawah.
Maksud dari hal tersebut adalah, bahwa dalam menjalani hidup ini pasti kita akan merasakan dua mata koin yang berbeda. kadang kala kita akan merasa senang, dan kadang kala pula kita akan merasakan sedih, kecewa atau pun segala rasa kegundahan yang ada di hati.
Jangan merasa putus asa bila saat ini kamu adalah orang yang paling hina sekalipun didunia. selama nafas masih ada dalam diri kita, berarti selama itu pula Allah Swt masing sayang kepada diri kita dan masih memberikan kesempatan untuk bisa memperbaiki diri ke arah yang lebih baik.
Jumat, 01 Oktober 2010
Orang Kota dan Orang Desa
Orang kota dan orang desa merupakan bagian dari masyarakat yang tidak bisa dipisahkan. Ada orang desa yang mengatakan bahwa menjadi orang kota itu pasti hidup makmur, mempunyai segalanya dan yang pasti memiliki uang yang banyak sehingga dapat hidup sejahtera. Tetapi ada lagi orang kota yang mengatakan bahwa kehidupan orang desa itu damai, tenang dan jauh dari hiruk pikuk kesibukan, sehingga dapat menikmati hidup berteman dengan alam. Apapun alasannya, sesbenarnya dalam hidup ini sudah ada yang mengatur, mulai dari kelahiran dan kematian, mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali. Menikmati hidup itu tidak bisa dibanding-bandingkan secara kasat mata saja. Tapi sebenarnya menikmati hidup itu dapat kita rasakan dalam kepuasan bathin diri kita masing-masing.
Setiap orang memiliki porsinya masing-masing, maksud dari porsi disini adalah pernyataan bahwa dalam setiap diri seseorang mempunyai peran dalam kehidupannya masing-masing. Contoh kecil, jika semua menjadi orang yang kaya raya, tidak akan ada lagi yang menjadi PRT (pembantu rumah tangga), dan tentu saja bagi orang kaya, seorang pembantu sangatlah penting untuk mengurusi rumahnya. Tapi dikarenakan pembantu tersebut sudah menjadi kaya raya juga, ia pun tidak mau lagi menjadi bawahan.
Jadi cobalah bersyukur atas apa yang telah diberikan tuhan kepada kita, jika kita sudah pandai mensyukuri nikmat yang diberikan tuhan, tentu hidup kita akan terasa lebih berarti, meskipun diri kita adalah orang yang paling melarat di dunia.
Rian Luthfi Gazali
Gunadarma University
Teknik Informatika
1 IA 20
30 September 2010
Langganan:
Postingan (Atom)