Kamis, 04 November 2010

PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT

Dalam koteks pelapisan sosial merupakan suatu proses pembatasan dan pembagian peranan dalam kehidupan masyarakat itu. Hal itu dapat kita lihat jelas dalam kehidupan sehari-hari, misalkan seorang alim ulama memiliki peran untuk mengajarkan ibadah, seorang polisi mempunyai perana untuk menjaga keamanan lingkungan dan lain-lain.sehingga negara ini dapat menjadi teratur.

Lalu ada pula masalah mengenai kesamaan derajat, ha kecil yang dapat kita perhatikan dalam hal ini adalah bagaimana perbedaan antara perempuan dengan laki-laki yang terkadang dibedakan derajatnya. Lalu mengenai orang yang berduit dengan orang yang miskin terkadang terjadi kesenjangan, sehingga kesamaan derajat sebenarnya merupakan hal yang hakiki jika kita ingin memikirkannya. Kita memilik seorang Pencipta, dan kita dimata Tuhan adalah sama, jadi buat apa kita merasa sombong, buat apa kita merasa paling derajatnya.

WARGA NEGARA DAN NEGARA

Suatu negara merupakan suatu lingkup daerah yang memiliki unsur-unsur sebagai suatu negara. Adapun unsur-unsur negara dapat terdiri dari

- Wilayah
- Penghuni atau rakyat
- Adanya pemerintah
- Memiliki tujuan
- Dan meiliki kedaulatan serta diakui oleh negara lain

Suatu negara dapat diibaratkan sebagai suatu keluarga yang tinggal dalam suatu tempat, sehingga kita dapat menyimpulkan bahwa suatu negara memerlukan suatu tempat daerah kekuasan atau dapat diibaratkan sebagai rumah. Kita sebagai negara kesatuan republik Indonesia sendiri memiliki daerah dari sabang sampai merauke.

Sebagai suatu keluarga yang tinggal dalam satu atap tentu saja memilki suatu penghuni itu sendiri, adapun penghuni dari sebuah keluarga dapat kita sebut dengan rakyat. Rakyat disini memiliki perannya masing-masing. Ada pula dalam suatu penghuni negara ini yang menjadi pengatur kita sebut dengan pemerintah, selain bertugas untuk mengatur negara, pemerintah juga memiliki tugas yang sangat berat. Jika sudah ada rakyat dan pemerintah  pastinya mereka akan memiliki sebuah kesepakatan bahwa mau dibawa kemana negara ini, sehingga terbentuklah sebuah tujuan untuk negara itu sendiri. Contoh dari bentuk tujuan negara adalah PANCASILA yang menjadi tujuan negara Indonesia.

Seperti yang dipaparkan pada kalimat sebelumnya, bahwa sebenarnya sebuah negara itu pasti saling hidup bertetangga dengan negara yang lain. Sehingga kedaulatan suatu negara merupakan hal yang mutlak juga, yang diperlukan dalam unsur suatu negara.

PEMUDA DAN SOSIALISASI

Pemuda adalah bagian dari masyarakat yang dianggap sebagai harapan untuk meneruskan perjuangan generasi tua. Hal itu tidak terlepas dari kemampuan pemuda itu sendiri yang masih memiliki banyak tenaga untuk mengerjakan berbagai hal. Walaupun begitu seorang pemuda pun tidak terlepas dari kekurangan, kekurangan yang paling jelas terlihat adalah bagaimana pemuda belum banyak pengalaman dalam hal apapun. Jadi kita dapat menyimpulkan peranan generasi tua tidak kalah penting untuk memberi peringatan kepada generasi muda yang pada umumnya memiliki modal nekat dalam melakukan suatu hal. Contoh dari kasus ini adalah saat ada perdebatan antara generasi muda dengan generasi tua mengenai hari kemerdekaan.

Adapun peranan pemuda dalam masyarakat dapat dibedakan atas dua hal, yaitu;
- Yang diasaskan usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan
- Pemuda yang menolak untuk menyesuaikan dengan lingkungannya.

Dalam kasus yang pertama, kita dapat mengambil contoh mengenai pemuda-pemuda yang berusaha keras untuk melestarikan tradisi kebudayaanya. Seperti penggunaan bahasa ibu atau bahasa daerah masing-masing yang sudah hampir hilang dari kehidupan sehari-hari. Meski kita sudah memiliki bahasa persatuan bahasa Indonesia tetapi kita juga tidak boleh lupa akan bahasa ibu yang merupakan jati diri dari keanekaragaman Indonesia itu sendiri.

Lalu dalam kasus yang kedua, adalah peranan pemuda yang ingin merubah hal yang dikatakan jadul dengan hal-hal yang menurut mereka adalah hal yang keren. Kasus nyata dalam hal ini adalah bagaimana pemuda-pemuda kita pada zaman yang modern ini sudah mulai meninggalkan tradisi kebudayaan masing-masing, meninggalkan tradisi orang timur yang berkaitan erat dengan keramahan dan sopan santun dengan tradisi orang barat yang sangat berbeda dengan kebudayaan orang timur.

Memang dalam kehidupan ini, pasti adanya suatu keseimbangan dimana jika disana ada hal yang baik pasti tidak jauh dari sana pula ada hal yang buruk.